Posted by: pilkadalampung | August 9, 2007

Kasmir Incar Posisi Cagub 2008

kasmir.jpg|BANDAR LAMPUNG|INFO PILKADA| Diam-diam, Kasmir Triputra, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Lampung itu telah bersiap-siap maju sebagai calon Gubernur Lampung, pada Pilgub 2008 mendatang melalui jalur independen.

Sejak Mahkamah Konstitusi (MK) meloloskan calon perseorangan ikut pilkada, Kasmir mengaku banyak menerima telepon dan SMS dari sejumlah tokoh dan elite parpol. Isinya meminta ia ikut meramaikan bursa calon gubernur Lampung.

Tetapi, dia tidak serta merta menyambut para si pengirim SMS begitu saja. Keinginan ada, tetapi harus dipikirkan matang. “Saya siap maju dalam jika masyarakat menginginkan. Saya pribadi tidak akan pernah mengajukan diri ikut pilgub. Jika masyarakat menginginkan, saya siap maju,” kata Kasmir seperti yang pernah dikutip lampung post.

Meski mendapat banyak dukungan, Kasmir masih menunggu respons tokoh masyarakat lainnya untuk memutuskan maju sebagai calon perseorangan atau melalui parpol.

“Lewat jalur independen atau perahu parpol itu soal proses. Tapi, rekrutmen pemimpin selayaknya lebih demokratis jika lewat parpol. Jika calon yang diajukan parpol tidak memenuhi aspirasi masyarakat, tentu masyarakat akan mendorong calonnya maju lewat jalur perseorangan,” ujar Kasmir.

Dengan pertimbangan itu, Kasmir menyatakan akan maju jika masyarakat mendukung. Begitu juga, jika masyarakat merasa aspirasinya sudah terakomodasi di salah satu parpol, Kasmir bersiap-siap maju melalui jalur independen.

Untuk itu, pengusaha retail ini mengimbau parpol lebih berperan menyalurkan aspirasi konstituen menyusul keputusan MK tentang calon perseorangan.

“Calon perseorangan itu warning buat parpol. Mau tidak mau parpol harus lebih hati-hati menjalankan tugas dan harus lebih aspiratif jika tidak ingin ditinggalkan,” katanya.

Di sisi lain, Kasmir mengingatkan keputusan MK tentang calon perseorangan akan membawa Indonesia menjadi negara yang sangat liberal. “Jangan happy dulu dengan keputusan MK. Seharusnya kita berhati-hati karena makin banyak calon independen yang maju berarti makin rusak demokrasi di negara ini. Karena itu membuktikan parpol kita sudah rusak dan tidak dipercayai lagi oleh masyarakat,” katanya.

Terbentuk Forum
Wadah komunikasi pendukung calon independen di Lampung terbentuk, diprakarsai Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Lampung saat diskusi di Sekretariat ADI, Rabu (8-8) lalu.

Wadah baru itu, diketua Moh. Mukri organisasi dengan nama lengkap Forum Komunikasi Pendukung Keputusan Mahkamah Konstitusi tentang Calon Independen Lampung ini dijabat Drs. Mukri, M.Ag. yang juga pembantu ketua III IAIN Lampung. Mukri didampingi Ketua I Khomsahrial Romli yang juga sekretaris ICMI Lampung dan Ari Darmastuti (dosen FISIP Unila). Sekretaris dijabat Habiburahman dengan Bendahara Nurdiono yang juga ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Lampung. Sedangkan Dewan Penasihat diketuai Prof. Dr. Muhajir Utomo.

Tujuan pembentukan forum ini, menurut Muhajir, antara lain sebagai wadah pencerahan demokrasi bagi masyarakat, sosialisasi keberadaan calon independen, membangun lintas komunikasi mengenai calon independen, dan mencegah konflik horizontal pascakeputusan MK. “Keberadaan forum ini diharapkan dapat memberikan masukan dan menekan DPR dan pemerintah segera menyelesaikan payung hukum dari keputusan MK tersebut.”

Selain itu, kata Muhajir, forum ini juga bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam setiap pilkada di Lampung. Sebab itu, forum ini akan dibentuk di setiap kabupaten/kota di Lampung.

Diskusi hasil kerja sama ADI dengan lembaga survei Cakra Institute menghadirkan pembicara Pemimpin Umum Lampung Post H. Bambang Eka Wijaya, anggota DPD Kasmir Tri Putra, Ketua IAI Lampung Nurdiono, dan Ketua ADI Lampung Prof. Muhajir Utomo membesut tema Membangun Arsitektur Demokrasi Bersama Calon Independen.

Diskusi yang dimoderatori Direktur Eksekutif Cakra Institute Herijon Abdul Aziz ini dihadiri sejumlah aktivis pers, LSM, politisi, dan akademisi.

Bambang mengingatkan elite politik agar tidak mempersulit proses pencalonan independen. “Kalau ada kesengajaan mempersulit calon independen, misalnya melalui persyaratan, ini bisa memunculkan people power. Karena sejak dahulu, rakyat selalu anti pada kekuasaan yang arogan,” ujar Bambang.

Kuasa rakyat, ujar wartawan senior ini, bisa dilihat pada kasus Pemilu tahun 1999. “Pemilu waktu itu menunjukkan kekuatan people power yang dibuktikan dengan kemenangan Megawati,” kata Bambang. (*)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: